Month: March 2021

Elon Musk Menyarankan Untuk Pindah Dari Whatsapp Ke Signal

Orang paling kaya di dunia, Elon Musk, ajak beberapa pemakai untuk menggunakan program pesan Sinyal dibanding WhatsApp.

Ajakan ini dicuitkan oleh bos Tesla dan SpaceX lewat account Twitter contreng biru @elonmusk.

“Use Sinyal,” cuit Elon Musk, diambil dari PCMag, sesudah WhatsApp mengupdate peraturan privasinya tempo hari, Kamis 7 Januari 2021.

Ajakan Elon Musk itu pasti menjadi pukulan untuk Facebook. Tetapi, WhatsApp masih bersikukuh peraturan privacy baru mereka tidak bawa perombakan dalam pengalaman chatting pemakai dengan rekan-rekan dan keluarga.

Lalu, apa yang membuat Elon Musk ajak pemakai gunakan Sinyal bukannya WhatsApp? Walau sebenarnya ke-2 nya adalah program pesan yang disokong enkripsi end-to-end dan karakternya gratis.

Dengan enkripsi end-to-end, tidak ada satu juga faksi, terhitung Facebook atau WhatsApp, yang dapat membaca content dalam pesan. Cuman pengirim dan yang menerima pesan yang dapat mengenali isi pesan.

Berdasar cap privacy di App Store, Sinyal tidak coba kumpulkan data pemakai. Salah satu data ialah nomor telephone pemakai waktu mendaftarkan, tetapi Sinyal tidak berusaha menyambungkan nomor telephone itu dengan identitas pemakai.

Kebanjiran Pemakai Baru Sesudah Ajakan Elon Musk

Antiknya, sebab terhitung figur yang punya pengaruh di dunia tehnologi, ajakan Elon Musk ini banyak mendapatkan sambutan dari pengikut.

Ini bisa dibuktikan dari jumlahnya pemakai baru yang mendaftarkan ke Sinyal.

Dalam ciutan di Twitter, account sah Sinyal menyebutkan pengangkutan code klarifikasi alami terlambat sebab jumlahnya orang yang ingin mendaftarkan.

“Code klarifikasi terlambat di sejumlah perator sebab jumlahnya orang yang ingin tergabung dengan Sinyal. Kami bekerja bersama dengan operator untuk mengakhiri permasalahan ini secepat-cepatnya. Nantikan ya,” kata Sinyal dalam ciutannya.

Elon Musk Bukan Penggemar WhatsApp dan Facebook

Sesaat WhatsApp, dalam penyempurnaan peraturan privacy memaksakan pemakai untuk menyejui integratif data WhatsApp dengan Facebook.

Praktek ini bukan hal baru, tetapi update peraturan privacy itu jadi tema kabar berita di mana saja. Dengan integratif di antara data WhatsApp dan Facebook, pemakai tidak dapat kembali pisahkan data WhatsApp dari Facebook.

Elon Musk sendiri bukan fan Facebook. Dia pernah menyebutkan media sosial itu menjengkelkan.

Elon Musk pada hari kemarin kembali lagi mengkritik Facebook berkaitan dengan tindakan kekacauan di Capitol Hill, Washington DC, AS.

Sempat Error Karena Banyak Pemakai Baru

Program Sinyal yang jumlah unduhannya bertambah tajam dalam satu minggu paling akhir ini awalnya sempat alami kendala tehnis sebab jumlahnya pemakai baru yang tergabung.

Menurut Sinyal, tingginya angka unduhan atas aplikasinya membuat beberapa pemakai alami masalah waktu tengah chatting.

“Selaku efek yang tidak memberikan keuntungan dari pemadaman ini, pemakai kemungkinan menyaksikan ada error dalam percakapan mereka. Ini tidak memengaruhi keamanan percakapan kamu, tapi kamu kemungkinan melepaskan pesan dari sebuah contact,” kata Sinyal dalam ciutannya.

Sinyal janji untuk membenahi permasalahan ini dalam penyempurnaan program seterusnya.

Pembaruan di Update Selanjutnya

“Penyempurnaan program Sinyal versus selanjutnya akan membenahi permasalahan ini secara automatis,” kata faksi Sinyal.

Selanjutnya Sinyal ajak pemakai Android, saat menyaksikan ada pesan yang tidak terenkripsi secara baik dapat mengetok menu dibagian kanan atas selanjutnya tentukan “Reset Secure Sesi.”

Sesaat pada iOS, pemakai dapat mengetok tombol “Reset Sesi” yang berada di bawah pesan yang tidak tersinkronisasi.

Sempat Memiliki masalah Satu hari Awalnya

Awalnya, beberapa pemakai program pesan Sinyal disampaikan sempat alami kesusahan menyampaikan pesan mereka.

Perusahaan menyebutkan, ini peluang sebab ada kendala tehnis yang ditemui dan memengaruhi performa program.

Sinyal memungkinkannya pemakai untuk kirim video, pesan, dan suara terenkripsi yang membuat program ini aman. Sayang, beberapa pemakai kesusahan mengirim pesannya beberapa lalu.

Sinyal lewat account Twitter pastikan faksinya membenahi permasalahan selekasnya. “Sinyal alami kesusahan tehnis. Kami sedang berusaha keras untuk kembalikan service secepat-cepatnya,” kata Sinyal dalam account Twitternya.

Facebook Jamin Pengguna Merasa Aman

Pemakaian internet dan sosial media yang makin intensif sepanjang wabah menggerakkan beberapa penyuplai service tingkatkan peraturan keamanannya. Begitupun dengan Facebook yang memberikan keyakinan pemakainya supaya merasakan aman memakai platformnya.

Facebook sudah bekerja bersama dengan lembaga-lembaga berkaitan di Indonesia untuk meningkatkan agunan keamanan. Mereka ialah Ecpat, Proyek Karma, Into The Light, LBH APIK, Ycab, Cyber Kreativitas, Riliv, dan Sudahdong.

Head of Safety Facebook Asia-Pasific, Amber Hawkes menjelaskan pengin membuat dunia online yang nyaman dan aman. Triknya dengan mendatangkan edukasi ke pemakai berkaitan masalah yang ditemui dan ke siapa pemakai bisa memberikan laporan masalahnya. Hal yang disampaikan bisa berbentuk profile, tanggapan, halaman, status dan lain-lain.

Salah satunya sebagai perhatian Amber ialah kesehatan psikis. Ia mengharap dengan sarana yang didatangkan oleh Facebook di platformnya, pemakai tidak lagi tabu untuk bercerita keadaannya.

“Kami pengin membuat masalah ini supaya tidak jadi tabu, jika ini ialah normal,” kata Amber dalam pertemuan jurnalis

Ia menambah jika di sosial media, hal pemakai terima orang dengan masalah kesehatan psikis, adalah suatu hal yang perlu. Di Indonesia sendiri, Facebook berpartner dengan Into The Light hadapi permasalahan ini.

Tindak Laporan

Berkenaan jumlahnya kasus yang menyalahi ketentuan standarr komune, faksinya kembali memberikan keyakinan pemakai jika tiap laporan akan ditindak.

Banyak pemakai menduga jika laporan pelanggaran akan ditindak oleh Facebook sesudah secara jumlah sudah banyak yang memberikan laporan.

Baca Juga : Inovasi Yang Ada Pada Samsung Galaxy S21 Series 5G

“Tidak, tidak bergantung dalam jumlah yang memberikan laporan. Semua laporan yang masuk berkenaan content yang tidak terlihat oleh team kami, semua akan diolah, merujuk pada peraturan yang telah dibikin,” kata Amber.

Persiapkan sumber pakar tehnologi

Ia memperjelas semua content di Facebook yang berisi perlakuan kekerasan akan ditindak. Perusahaan pastikan semua laporan akan dilakukan tindakan optimal 24 jam pascapelaporan.

Faksinya disokong oleh 35 ribu orang dibagian keamanan dalam cakupan penjuru dunia dan 15 ribu orang yang konsentrasi membahas content.

“Kami memadankan orang yang telah pakar dan kehebatan tehnologi dalam memberi respon ini,” papar Amber tutup pengakuannya.

WhatsApp dan Messenger Mengumpulkan Data Pemakai Paling banyak

WhatsApp dan Facebook Messenger ternyata kumpulkan semakin banyak pemakai daripada program olah pesan yang lain. Misalkan saja dibanding Sinyal dan Telegram. Info ini tersingkap karena cap privacy Apple.

Baik WhatsApp atau Facebook Messenger sama dipunyai oleh Facebook. Info yang dihimpun dimulai dari data pemakaian sampai detil posisi.

Kebalikannya, berdasar cap privacy Apple, Sinyal dikatakan sebagai program paling private sebab tidak kumpulkan data apa saja punya pemakai.

berdasar info detil privacy yang berada di App Store, Facebook Messenger terbanyak kumpulkan data pemakai.

Urutan ke-2 ialah WhatsApp sebagai program olah pesan terbanyak kumpulkan data pemakai.

Ke-2 program ini sama kumpulkan kisah pembelian, info keuangan, detil posisi, contact, nomor telephone, alamat e-mail, sampai data pemakaian.

Parahnya kembali, dalam penyempurnaan peraturan privacy terkini WhatsApp, pemakai yang tidak sepakat akan peraturan baru WhatsApp tidak dapat kembali terhubung service olah pesan itu.

Jika tidak sepakat, salah satu pilihan pemakai ialah meniadakan account WhatsApp mereka.

Laporan Eksploitasi Anak Di Facebook

Kasus pemanfaatan anak masih kerap berlangsung di sosial media. Berkaitan ini, Facebook dan semua basis media sosialnya jamin keamanan content yang termuat didalamnya supaya tidak berisi berkenaan pemanfaatan anak.

Merujuk data yang dikeluarkan Facebook, perusahaan mengakui 99,5 % kasus yang diketemukan berkenaan ekspolitasi anak sudah ditindak oleh perusahaan.

Pada kuartal III 2020, sudah ditindak 12,4 juta kasus di Facebook dan 1 juta content ditindak di Instagram.

Head of Safety Facebook Asia-Pasific, Amber Hawkes menjelaskan peraturan keamanan content berkenaan anak sudah diawasi secara serius. Dia akui sudah lakukan riset secara detail berkaitan ini.

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén